Tabel Penyusunan Teknik Pembelajaran Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE)
Berikut Tabel Penyusunan Teknik Pembelajaran Kompetensi Sosial dan Emosional yang telah didiskusikan pada Ruang Kolaborasi 2.2 pada Modul Pendidikan Guru Penggerak.
KELOMPOK : IV
A. Contoh 1
|
KSE |
RUANG LINGKUP |
TEKNIK
PEMBELAJARAN KSE (sesuai dengan jenjang pendidikan murid) |
|
KOMPETENSI Kemampuan berinteraksi/
berhubungan sosial |
RUTIN
(waktu khusus di luar kegiatan akademik) |
1.
Teknik: Satu Hari
Satu Ayat (One Day One Ayat) 2. Penjelasan tentang apa
yang dilakukan guru: Guru menginformasikan kepada murid mengenai kegiatan
menghafal Qur’an beserta artinya yang akan dilakukan 15 menit sebelum
pembelajaran di mulai. Kegiatan ini dilaksanakan di Mushalla sekolah atau di
seputar pekarangan sekolah (diluar kelas). 3. Penjelasan tentang apa
yang dikatakan pada murid: Guru menjelaskan cara
untuk menghafal Qur’an beserta artinya sebanyak satu ayat per hari. Durasi
menghafal adalah 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Murid
menghafal secara berpasangan dan berganti pasangan setiap harinya. Murid
secara bergantian membaca dan menyimak. Murid diarahkan untuk saling
mengoreksi terhadap kekeliruan bacaan dari pasangannya. 4. Penjelasan tentang
tujuan: Adapun tujuan dari kegiatan menghafal Qur’an satu hari satu ayat (One
Day One Ayat) adalah untuk memperdalam ilmu agama, memperkuat keyakinan dan
pemahaman terhadap Agama Islam, menumbuhkan karakter mensyukuri, menumbuhkan
hubungan yang erat antar murid, dan menumbuhkan rasa saling percaya antar
murid. |
|
Terintegrasi dalam mata pelajaran |
1.
Teknik: Diskusi
Kelompok (Group Discussion) 2. Penjelasan tentang apa
yang dilakukan guru: Guru menentukan topic diskusi yang berkaitan dengan
isu-isu terkini. Guru memancing pengetahuan awal murid mengenai hal-hal
terkini yang terjadi dilingkungan sekitar. 3. Penjelasan tentang apa
yang dikatakan pada murid: Guru membagi murid kedalam kelompok yang pro dan
kontra terhadap isu tersebut. Setiap kelompok diberi waktu mengkaji dan
berdiskusi dalam kelompok mengenai pendapat-pendapat yang bisa mereka
utarakan untuk mempertegas posisi mereka sebagai kelompok yang pro maupun
kelompok yang kontra. Didalam kelompok, mereka akan saling memberi dan
mendengarkan pendapat satu sama lain serta bersama-sama mengurutkan
argument-argument dengan pemilihan kalimat yang baik untuk disampaikan dalam
diskusi antar kelompok. 4. Penjelasan tentang tujuan:
Adapun tujuan dari diskusi kelompok adalah agar murid bisa saling bertukar
pikiran, saling membantu teman yang kurang mampu dalam belajar, hingga
mengeratkan ikatan emosional antar murid. |
|
|
PROTOKOL
(BUDAYA atau TATA TERTIB) |
1.
Teknik: ROSE (Respect Others
and Show Emphaty) / Saling Menghormati dan Menunjukkan Sikap Empati. 2. Penjelasan tentang apa
yang dilakukan guru: Guru memberikan arahan kepada murid untuk menghormati
pendapat oranglain. Dalam berinteraksi antar teman, bersama guru, keluarga,
dan bahkan masyarakat tentu akan ada selisih pendapat dengan kita yang
terkadang dapat memancing emosi atau sifat yang kurang berkenan. Disini guru
memberikan arahan kepada murid untuk tetap bersikap empati dan hormat dalam
berinteraksi dengan oranglain walau berbeda pendapat. 3. Penjelasan tentang apa
yang dikatakan pada murid: Murid diarahkan untuk selalu bertutur dengan
perkataan yang baik. Murid diajarkan untuk berani berpendapat, mengutarakan
ide ide atau gagasan. Selain itu, murid juga diajarkan untuk menghormati
pendapat orang lain terutama yang berbeda dengan apa yang menjadi gagasan
dari murid yang lain. Murid juga diajarkan untuk terbiasa menanggapi pendapat
dengan bahasa-bahasa santun, tidak menghina atau merendahkan gagasan dari
teman-temannya yang berbeda pendapat. 4. Penjelasan tentang
tujuan: Tujuan dari teknik ROSE
(Respect Others and Show Emphaty) adalah agar tumbuh budaya saling
menghormati, bersikap santun, berani berpendapat, menghargai pendapat orang
lain, dan bertutur kata yang baik. Yang paling penting adalah agar mereka
dapat menunjukkan sikap empati dalam lingkungan tempat tinggalnya, sekolah, tempat
pengajian, dan dimanapun mereka berada. Yang pada akhirnya dengan rasa empati
dan hormat yang tinggi akan memudahkan mereka dalam berinteraksi dan memiliki
hubungan sosial yang baik dengan orang lain. |
B. Contoh 2
C. Contoh 3
|
KSE |
RUANG LINGKUP |
TEKNIK
PEMBELAJARAN KSE (sesuai dengan jenjang pendidikan murid) |
|
KOMPETENSI Pengelolaan Diri– Mengelola Emosi dan Fokus |
RUTIN
(waktu khusus di luar kegiatan akademik): JURNAL
DIRI |
1.
Teknik: Rilek Pagi (Morning
Warm-Up) 2.
Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Guru menginstruksikan murid setiap pagi
melakukan rilek sebelum pembelajaran dimulai selama 10 menit. Rilek ini
supaya dapat membantu murid
meringankan beban dan manpu bersikap responsif dalam suatu situasi untuk
mengingat kembali diri dalam kesadaran penuh dan siap mengikuti pembelajaran
selanjutnya. 3.
Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: Guru menyampaikan arahan rilek dengan
langkah-langkah latihan STOP yaitu : Stop/ Berhenti. Hentikan
apapun yang sedang Anda lakukan. Take a deep Breath/ Tarik nafas dalam.
Sadari napas masuk, sadari napas keluar. Rasakan udara segar yang masuk
melalui hidung. Rasakan udara hangat yang keluar dari lubang hidung. Lakukan
2-3 kali. Nafas masuk, nafas keluar. Observe/ Amati. Amati
apa yang Anda rasakan pada tubuh Anda? Amati perut yang mengembang sebelum
membuang napas. Amati perut yang mengempis saat Anda membuang napas. Amati
pilihan-pilihan yang dapat Anda lakukan. Proceed/ Lanjutkan. Latihan selesai. Silahkan
lanjutkan kembali aktivitas Anda dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran
yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif untuk memulai kegiatan
pembelajaran. 4.
Penjelasan
tentang tujuan: rilek pagi dengan latihan STOP akan membuat murid
merasa lebih tenang. Kondisi tubuh yang lebih tenang akan membantu murid
untuk fokus kembali pada kegiatan pembelajaran. |
|
Terintegrasi dalam mata pelajaran |
1. Teknik: Membuat Jurnal diri 2.
Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru: Guru
menginstruksikan murid untuk menulis jurnal diri tentang apa yang ada di
dalam pikiran dan apa yang dirasakan mereka setelah melakukan berbagai
kegiatan pada hari tersebut (Apa yang menarik? Apakah hal baru yang saya
lihat? Apakah yang berubah dalam perasaan dan pikiran saya? Apakah yang ingin
saya pelajari lebih lanjut?) 3.
Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid: Guru menyampaikan
tahap-tahap dalam menulis jurnal diri yaitu menyiapkan sebuah buku tulis
yang akan mereka sebut sebagai buku jurnal. Kemudian meminta mereka
menggambarkan ataupun menulis tentang apa yang ingin mereka tulis kejadian
pada hari tersebut dengan jujur. 4.
Penjelasan tentang tujuan: Membuat jurnal diri membiasakan menulis
kejadian yang terjadi atau yang dialami supaya mereka dapat merefleksi setiap
apa yang telah mereka lakukan dan alami untuk mampu melakukan perubahan yang
akan datang.
|
|
|
PROTOKOL (BUDAYA atau TATA TERTIB): Jurnal diri mingguan |
1. Teknik: Refleksi Mingguan (Reflection) 2.
Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru: Guru mengarahkan
murid untuk melakukan refleksi diri dengan menulis jurnal diri setiap minggu
diakhir jam pelajaran. 3.
Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid: Setiap murid membawa
buku jurnal diri setiap hari sabtu, kemudian menuliskan kegiatan selama
seminggu, baik pengalamannya dalam belajar, ataupun kegiatan lain yang
dilakukan di sekolah. Mereka bisa menuliskan perasaannya secara jujur tanpa
tekanan dari siapapun. 5. Penjelasan tentang
tujuan: Tujuan dari menuliskan refleksi ini sebagai jurnal diri supaya murid
terbiasa dengan menulis dan mampu untuk merefleksi kejadian atau pengalaman
mereka sendiri terutama untuk melakukan perubahan kearah yang positif. |
Komentar
Posting Komentar