3.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
3.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Hal-hal menarik yang dapat ditarik dari pembelajaran modul materi ini dan bagaimana benang merah yang bisa ditarik dari keterkaitan antarmateri yang diberikan dalam modul 3.3?
Yang menarik bagi saya setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid yaitu, kami dapat mengetahui keterampilan tentang tahap-tahap membuat program dalam tanyangan video yang ada di LMS. Dan ternyata dalam membuat program ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti tahapan membuat program mulai dari perencanaan hingga monitoring dan evaluasi, bukan langsung dibuat tanpa memperhatikan hal-hal seperti di atas.
MELR: Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting (Monitoring, Evaluasi Pembelajaran, Laporan)
Monitoring
Monitoring adalah proses menghimpun informasi dan analisis internal dari sebuah proyek atau program. Dilakukan dengan melihat langsung pelaksanaan kegiatan, untuk mengetahui kesesuaia antara perencanaan dan pelakasanaaan keberhasilan program
Evaluasi
Evaluasi adalah sebuah penilaian retrospektif secara periodik pada satu proyek atau program yang telah selesai. Biasanya kegiatan evaluasi melibatkan penilai luar yang independen.
Learning
Dr Roger Greenaway seoarang ahli di bidang pelatihan guru dan sebagai fasilitator merancang kerangka kerja pembelajaran (Learning) melalui empat tingkat model.
Keempat F adalah:
- Fact (Fakta ): Catatan objektif tentang apa yang terjadi
- Feeling (Perasaan): Reaksi emosional terhadap situasi
- Finding (Temuan): Pembelajaran konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut
- Future (Masa Depan): Menyusun pembelajaran digunakan di masa depan
Model ini dapat digunakan untuk berpikir dan merefleksikan situasi dan dapat membantu menyusun refleksi tertulis. Model ini mudah diingat dan membahas aspek utama dari apa yang perlu dipertimbangkan ketika meninjau suatu pengalaman.
Reporting
Laporan merupakan alat bagi pimpinan untuk menginformasikan atau memberikan masukan untuk setiap pengambilan keputusan yang diambilnya. Oleh karena itu laporan harus akurat, lengkap, dan objektif. Dalam prakteknya, laporan adalah sebuah dokumen yang merupakan produk akhir dari suatu kegiatan. Laporan menyajikan informasi dengan cara yang sangat khusus. Informasi yang terkandung dalam laporan sesungguhnya telah ditulis dan dikumpulkan dalam kertas kerja.
Pada dasarnya laporan merupakan gambaran tentang apa (what) yang telah terjadi, di mana (where) kejadian tersebut berlangsung, bilamana (when) kejadian itu terjadi dan mengapa (why) hal itu terjadi, siapa (who) yang bertanggung jawab terhadap sesuatu yang telah terjadi, serta bagaimana (how) kejadiannya. Konsep ini dikenal dengan istilah SW 1H.
Hal menarik selanjutnya yaitu saya dapat berkerja sama/berkolaborasi dengan teman-teman kelompok saya untuk mengelola program yang berdampak pada murid dengan mengunakan aset yang ada di lingkungan sekolah dengan mengunakan tahapan BAGJA. Selanjutnya manajemen risiko merupakan salah satu hal wajib yang harus dilakukan dalam merencanakan program sekolah. Manajemen risiko haruslah menjadi satu kesatuan bagian yang tak terpisahkan dari pelaksanaan sistem manajemen di sekolah, karena walaupun suatu kegiatan telah direncanakan sebaik mungkin, namun tetap mengandung ketidak pastian bahwa nanti akan berjalan sepenuhnya sesuai rencana.
Risiko merupakan sesuatu yang memiliki dampak terhadap pencapaian tujuan organisasi. beberapa tipe risiko di lembaga pendidikan, meliputi:
- Risiko Strategis, merupakan risiko yang berpengaruh terhadap kemampuan organisasi mencapai tujuan
- Risiko Keuangan, merupakan risiko yang mungkin akan berakibat berkurangnya aset
- Risiko operasional, merupakan risiko yang berdampak pada kelangsungan proses manajemen
- Risiko pemenuhan, merupakan risiko yang berdampak pada kemampuan proses dan prosuderal internal untuk memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku
- Risiko Reputasi, merupakan risiko yang berdampak pada reputasi dan merek lembaga. (Princewatercoper, 2003)
Adapun tahapan manajemen risiko adalah sebagai berikut:
- identifikasi jenis risiko,
- pengukuran risiko,
- melakukan strategi dalam pengendalian risiko
- melakukan evaluasi terus-menerus, maju dan berkelanjutan
Apakah kaitan antara pemetaan sumber daya dengan perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid?
Dalam merencana atau membuat program sekolah yang berdampak pada murid kita sebagai pemimpin pembelajaran harus berpikir positif dan juga menggunakan pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking) merupakan sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer. Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif. Menurut Green dan Haines (2002) dalam Asset building and community development, ada 7 aset/kekuatan utama disebut sebagai modal utama, yaitu; modal manusia, modal mosial, modal fisik, modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, modal agama dan budaya, dan ini dapat dijadikan kekuatan dan dioptimalkan sedemikian rupa, dengan demikian tujuan dari program sekolah yang berdampak pada murid dapat tercapai dengan baik. Sebelum merencanakan program sekolah maka terlebih dahulu kita harus membuat pemetaan aset (modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, modal agama dan budaya) yang ada dilingkungan sekolah karena modal-modal ini merupakan kekuatan sebagai kunci suksesnya dalam merencanakan sebuah program sekolah yang berdampak pada murid. Agar lebih terarah kita dapat menggunakan metode tahapan BAGJA sebagai panduannya.
Adakah materi dalam modul lain/paket modul lain yang berhubungan dengan materi dalam modul 3.3. ini? Jabarkanlah jika ada.
Refleksi Filisofi Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara
Pendidikan adalah menuntun segala kodrat yanga ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat (Ki Hadjar Dewantara, 1936, Dasar-dasar Pendidikan, hal.1, paragaraf 4). Kaitannya dengan materi pengelolaan program yang berdampak pada murid adalah dengan mengelola atau membuat program sekolah yang berdampak pada murid maka dapat mendukung merdeka belajar dan guru dapat menuntun siswa sesuai dengan kodrat.
Visi Guru Penggerak
InkuirI Apresiatif (IA) merupakan sebuah pendekatan menajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberi kontribusi pada keberhasilan. mengelola atau membuat program sekolah yang berdampak pada murid dapat dimulai dengan menggali hal-hal positif, baik dari keberhasilan yang telah dicapai maupun kekuatan yang yang dimiliki oleh organisasi dengan mengunakan perencanaan perubahan dengan tahapan BAGJA.
Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya Pembelajaran
Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya merupakan seorang pemimpin yang memiliki kemampuan dalam mengelolaan dan dapat memanfaatkan aset-aset atu modal yang ada dilingkungan sekolah, sehingga menjadi sebuah potensi yang harus dimaksimalkan untuk menunjang keberhasilan dalam merancang atau mengelola program sekolah yang berdampak pada murid. Keberhasilan dari sebuah program sekolah tergantung dari cara sekolah mengelola komunitasnya, apakah dengan mengunakan pendekatan berbasis kekuatan atau kekurangan
Bagaimana kaitan dari semua materi tersebut dengan peran saya sebagai guru penggerak?
Sangat besar kaitannyan semua materi tersebut dengan peran saya sebagai guru penggerak, karena saya sebagai seorang guru penggerak harus bisa menjadi teladan dan agen tranformasi bagi ekosistem pendidikan, berkolaboratif dengan pihak sekolah untuk kemajuan sekolah misalnya dengan merancang program yang berdampak pada murid, mampu memimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar pada murid, memimpin pengembangan sekolah, mampu menggerakkan komunitas sekolah untuk terwujudnya pendidikan yang berpihak pada murid dan terciptanya merdeka belajar untuk guru dan murid di sekolah.

Komentar
Posting Komentar