Artikel
Aksi Nyata: 1.4. Menumbuhkan Budaya Positif di Sekolah dengan Menerapkan
Kesepakatan Kelas
SMP
Unggul YPPU Sigli, 21 Januari 2021
PGP-1-Kabupaten Pidie-Rosa Fitriani R-1.4-Aksi Nyata
UPAYA
MENUMBUHKAN BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH DENGAN
MENERAPKAN KESEPAKATAN KELAS
Rosa
Fitriani R, S. Pd
CGP
Kabupaten Pidie
SMP
Unggul YPPU Sigli
email: rosafitrianir@gmail.com
LATAR BELAKANG
Kita
mengetahui bahwa anak-anak memerlukan bimbingan dalam membentuk karakter atau
perilakunya. Hal itu meliputi upaya pengontrolan diri, pembentukan kepercayaan
diri dan menghargai orang lain. Kita semua menyadari bahwa hal itu membutuhkan
disiplin sehingga disiplin itu penting bagi anak. Tetapi lebih dari itu kita
perlu tahu apa yang dimaksudkan dengan disiplin pada anak. Menurut Weber
Dictionary disiplin bisa memiliki arti (1) hukuman, (2) perintah, (3) bidang
ilmu, (4) Pelatihan yang mengoreksi,membentuk, atau menyempurnakan kemampuan
mental atau karakter moral, (5) kontrol yang diperoleh dengan menegakkan
ketaatan atau perintah, (6) perilaku yang tertib atau teratur atau pola
perilaku, (7) pengendalian diri. Menurut The Liang Gie (1972) disiplin adalah
suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi
tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.
Disiplin
positif adalah sebuah pendekatan yang dirancang untuk mengembangkan murid untuk
menjadi pribadi dan anggota dari komunitas yang bertanggung jawab, penuh hormat
dan kritis.
Disiplin
positif mengajarkan ketrampilan sosial
dan kehidupan yang penting dengan cara yang sangat menghormati dan
membesarkan hati, tidak hanya bagi murid tetapi juga bagi orang dewasa
(orangtua, guru, penyedia titipan anak, pekerja muda, dan lain-lain).
Penekanan
disiplin positif yakni dapat membangun kekuatan peserta didik daripada
mengkritik kelemahan mereka dan menggunakan penguatan positif (positive
reinforcement) untuk mempromosikan prilaku yang baik. Disiplin positif yang
diterapkan disekolah secara berkesinambungan dapat menjadikan budaya positif
disekolah.
Salah satu
cara yang bisa diterapkan guru dalam mewujudkan hal tersebut yaitu melalui
“Kesepakatan Kelas”. Kesepakatan
kelas adalah salah satu bentuk dari disiplin positif yang diterapkan dikelas.
Kesepakatan kelas berisi cara menjadi siswa yang baik. Kesepakatan kelas
tersebut disepakati oleh warga kelas dan kemudian ditandatangani oleh guru dan
anggota kelas. Selanjutnya kepakatan tersebut dijalankan dikelas. Guru harus
merefleksi kesepakatan kelas tersebut secara rutin, untuk melihat apakah
kesepakatan itu bisa dijalankan atau tidak.
Didalam artikel ini, penulis akan menjabarkan mengapa pentingnya Kesepakatan Kelas dibuat dan diterapkan demi terciptanya lingkungan positif dikelas dan sejauh mana hal tersebut dalam mempengaruhi prilaku perserta didik kearah yang lebih baik.
DESKRIPSI AKSI NYATA
Berdasarkan
latar belakang diatas, penulis menerapkan disiplin positif dengan membuat
kesepakatan kelas.
Proses
pembuatan kesepakatan kelas, melibatkan peserta didik secara keseluruhan dan
juga guru yang memimpin diskusi sehingga tercapai kesepakatan bersama yang akan
menjadi pegangan aturan selama proses pembelajaran berlangsung dikelas.
Pembuatan
kesepakatan kelas dimulai dengan meminta masukan dari peserta didik mengenai
ide-ide aturan yang harus diterapkan dalam pembelajaran. Setiap peserta didik
diminta untuk memberikan masukan terhadap kesepakatan kelas yang akan dibuat.
Setiap peserta didik diberikan kesempatan berpendapat dan memberikan
tanggapannya terhadap masukan dari teman-temannya.
Setelah
semua memberikan masukan, kemudian guru bersama peserta didik menyeleksi
aturan-aturan yang memang layak dan wajar untuk diterapkan selama proses
pembelajaran. Setelah itu guru membimbing peserta didik untuk menuliskan
aturan-aturan tersebut dengan menggunakan kalimat positif.
Kalimat
positif yang dimaksud yaitu kalimat yang tidak menggunakan kata “jangan”
didalamnya. Contoh : Jangan membuang sampah sembarangan diubah menjadi siswa
yang baik selalu membuang sampah pada tempatnya.
Tahap
berikutnya adalah peserta didik diminta untuk menuliskan kembali
kalimat-kalimat positif tersebut di kertas karton ukuran besar dengan kreasi
mereka sendiri yang menarik.
Setelah
selesai, peserta didik satu-persatu diminta membaca kembali kontrak kesepakatan
tersebut dan diberikan kesempatan untuk bertanya jika ada aturan yang masih
membingungkan. Jika dianggap sudah mengerti, maka peserta didik diminta untuk
menandatangani kesepakatan kelas tersebut.
Setelah
semua peserta didik menandatangani, baru terakhir ditandatangani oleh guru
sebagai pengesahan kesepakatan kelas yang telah dibuat dan akan dijalankan oleh
guru dan peserta didik dengan penuh tanggung jawab.
Implementasi
kesepakatan kelas ini, akan dilakukan monitoring da evaluasi oleh guru setiap
dua minggu sekali. Jika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai kesepakatan,
ataupun dalam perjalanannya ada aturan-aturan yang harus disesuaikan kembali,
maka dilakukan perubahan-perubahan sesuai kebutuhan.
HASIL AKSI NYATA
Setelah
melakukan aksi sesuai rencana yang telah di paparkan sebelumnya, saya sangat
mengapresiasi karena seluruh peserta didik berpartisipasi aktif dalam
memberikan masukan serta tanggapan terhadap ide-ide aturan yang akan menjadi
kesepakatan kelas.
Peserta
didik terlihat antusias ketika menuliskan kembali hasil akhir yang menjadi
kesepakatan kelas dikertas karton ukuran besar dengan kreatifitas menghias
kesepakatan kelas tersebut.
Peserta
didik menunjukkan karakter mau bekerja sama, berfikir kritis, bertanggung
jawab, saling menghargai, dan kreatif selama proses pembuatan kesepakatan
kelas.
PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT
KEBERHASILAN
Beberapa keberhasilan dari aksi yang telah saya terapkan, antara lain: peserta didik telah mampu menuangkan ide-ide mereka kedalam kalimat positif, bekerja sama dengan baik, menghargai pendapat orang lain, bertanggung jawab serta menunjukkan kreatifitasnya.
KEGAGALAN
Dalam penerapannya,
kesepakatan kelas tersebut masih bertumpu pada guru satu bidang study, sedang
guru yang lain belum tentu menjalankan kesepakatan tersebut.
RENCANA PERBAIKAN
Mengoptimalkan komunikasi dengan guru-guru supaya bisa menjalankan kesepatan kelas tersebut dengan baik sehingga pada akhirnya terciptalah disiplin positif didalam kelas sebagai upaya untuk menumbuhkan karakter peserta didik menjadi pelajar pancasila demi terciptanya merdeka belajar.
DOKUMENTASI









Komentar
Posting Komentar